Porprov Kaltim 2025 Digelar di Paser, DPRD Minta Persiapan Matang dan Terorganisir
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Yenni
Eviliana
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur XI tahun 2025 dipastikan akan digelar di Kabupaten Paser. Penetapan ini sekaligus menjadikan daerah di selatan Kaltim itu sebagai pusat perhatian dalam pengembangan olahraga daerah.
Namun, persiapan menuju
ajang multi-event tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk soal
anggaran dan kesiapan infrastruktur.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Yenni Eviliana, memberikan catatan penting terkait pelaksanaan Porprov yang tinggal hitungan bulan.
Ia menilai proses
persiapan sudah berjalan, namun butuh percepatan dan pendekatan yang lebih
profesional untuk memastikan semua target dapat terpenuhi tepat waktu.
"Sejauh ini
progresnya cukup baik, tapi tetap perlu dikebut agar venue-venue bisa rampung
sebelum pelaksanaan. Kita ingin Porprov di Paser berjalan sukses dan
meninggalkan kesan positif,” kata Yenni di Samarinda, Jumat (20/6/25).
Di tengah keterbatasan
dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim),
Yenni mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Paser yang mulai berinisiatif
menggunakan APBD sendiri untuk mempercepat pembangunan fasilitas pertandingan.
Menurutnya, inisiatif
tersebut menunjukkan komitmen tinggi pemerintah daerah dalam menyukseskan event
olahraga empat tahunan tersebut.
"Kalau hanya
mengandalkan anggaran dari provinsi, tentu akan berat. Tapi Paser sudah mulai
menyusun sendiri kesiapan venue dan kebutuhan teknis. Ini layak didukung semua
pihak,” ujarnya.
Yenni juga menekankan
bahwa Porprov bukan hanya ajang olahraga seremonial, melainkan wadah strategis
untuk menyeleksi bibit-bibit unggul yang nantinya akan menjadi wakil Kalimantan
Timur di ajang PON 2028.
Oleh karena itu,
menurutnya, pembinaan atlet dan sistem seleksi harus menjadi perhatian serius
dari setiap daerah peserta.
"Event ini sangat
penting untuk membangun fondasi prestasi olahraga Kaltim. Atlet-atlet muda
harus dimatangkan sejak sekarang, karena targetnya bukan hanya Porprov, tapi
juga PON,” jelasnya.
Tak kalah penting, Yenni
mendorong agar atlet yang berprestasi diberi apresiasi yang layak, seperti
pemberian bonus atau penghargaan khusus. Langkah ini diyakini mampu
meningkatkan motivasi dan daya saing para atlet muda daerah.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya
sinergi lintas sektor dalam menyukseskan Porprov, mulai dari sektor olahraga,
infrastruktur, keamanan, hingga ekonomi lokal.
Ia menyebut Porprov bukan
hanya milik dunia olahraga, tapi juga bisa memberi dampak nyata bagi sektor
lain seperti UMKM dan pariwisata.
"Kegiatan besar seperti ini harus dikawal dengan
kolaborasi semua pemangku kepentingan. Selain meningkatkan prestasi, dampak
ekonominya pun bisa dirasakan langsung oleh masyarakat lokal,” tutupnya.(ADV
DPRD KALTIM)